TIM: MEDIK AIDS

HIV&AIDS sudah dikenal di seluruh dunia, begitu juga di Indonesia. HIV&AIDS tidak lagi menjadi tanggung jawab bidang kesehatan saja, tetapi menjadi tanggung jawab semua pihak karena penyakit ini sudah menyebar di masyarakat baik golongan atas sampai golongan bawah. Walaupun sudah dikenal di masyarakat kesehatan dan masyarakat umum tapi banyak tenaga kesehatan baik dokter, perawat yang masih takut merawat dan melakukan tindakan perawatan terhadap penyakit ini.

Memang penyakit ini masih menjadi momok di masyarakat karena itu sebagai tenaga kesehatan harus bisa memberi contoh kepada masyarakat tentang perlakuan terhadap penyakit ini, perlu ditekankan kepada masyarakat bahwa HIV bisa dicegah dan bisa menular kepada siapa saja, oleh karena itu tenaga kesehatan khususnya perawat supaya bisa memberi perawatan yang baik dan tidak ragu/takut harus mendapat Pelatihan Asuhan Keperawatan VIV&AIDS dan Infeksi Oportunistiknya.

Untuk mendukung terwujudnya harapan tersebut, maka telah dirancang pelatihan tentang Asuhan Keperawatan Penderita HIV&AIDS. Diharapkan pelatihan ini dapat memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan yang matang kepada para perawat dalam memberikan asuhan keperawatan penanganan penderita HIV&AIDS dengan baik dan rasa aman.

A.Tujuan Pelatihan

a. Tujuan Umum

Pada akhir pelatihan peserta akan memperoleh pengetahuan, keterampilan dan sikap positif terhadap perawatan penderita HIV&AIDS dengan baik dan rasa aman.

b. Tujuan Khusus

Untuk mencapai tujuan di atas pada akhir pelatihan diharapkan peserta dapat:

– Memahami tentang penyakit HIV&AIDS dengan benar.

– Memahami penularan dan pencegahan HIV&AIDS

– Memahami penggunaan Universal Precaution dan kapan Universal Precaution itu mutlak harus dipakai.

– Memahami pembuatan cairan chlorine 0,5% baik dari bubuk dan cair.

– Memahami pembuangan sampah medis dan non medis.

– Memahmi tentang infeksi oportunistik yang timbul dari akibat progresifitas penyakit HIV&AIDS

– Memahami perasaan pasien dan keluarga

– Memahami pentingnya menjaga rahasia bagi penderita

B. Materi Pelatihan

Materi pelatihan teori dan praktek :

– Pembersihan ruangan

– Pembersihan dan penggantian gorden penyekat

– Penggantian linen tempat tidur pasien

– Dekontaminasi dan pembersihan alat dari metal

– Alur pengiriman linen kotor dan pengembalian linen bersih

– Pembersihan dan perawatan nebulizer

– Penyiapan alat kesehatan pakai ulang (re-use)

– Perawatan peralatan makanan dan minuman pasien HIV&AIDS

– Pembuangan limbah dari perawatan penderita HIV&AIDS

– Tata cara transportasi penderita HIV&AIDS

– Perawatan penderita HIV&AIDS tahanan polisi (rujukan lapas)

– Asuhan keperawatan ODHA yang mengalami anemia, diare kronis, ISPA, kandidiasis, kondiloma akuminata, konjungtivitis, NHL, korio retinitis CMV, TB paru, toxoplasmosis, PCP, Steven johnson’s sindroma dan sepsis.

– Alur timbang terima dan rencana pulang pasien

C. Metode

Selama pelatihan berlangsung penyajian materi disampaikan secara interaktif berupa ceramah, diskusi, dan praktek lapangan.

D. Narasumber/ Fasilitator

Para narasumber / fasilitator adalah para perawat yang sehari-hari melakukan aktivitas perawatan penderita HIV&AIDS di Unit Perawatan Intermediate Penyakit Infeksi (UPIPI) RSUD Dr.Soetomo.

E. Peserta

– Peserta yang diharapkan mengikuti pelatihan ini adalah para perawat yang bekerja di Rumah Sakit dan Puskesmas.

– Jumlah peserta setiap angkatan 20-25 orang.

F. Fasilitas Peserta 

– Training Kit

– Materi Pelatihan

– Sertifikat (bagi yang mengikuti pelatihan secara penuh)

– Konsumsi selama pelatihan

G. Pelaksanaan Pelatihan

Lama pelatihan 3 hari ( 2 hari penyampaian materi dan 1 hari praktek lapangan )

Waktu pelaksanaan 2-3 x per-tahun

H. Biaya Pelatihan

Biaya pelatihan per peserta KLIK DISINI

Bila dilaksanakan in house training, maka biaya transportasi dan akomodasi Tim Fasilitator akan ditanggung oleh panitia penyelengara

I. Lain-lain

Contact person :

Bila memerlukan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi :

Diklat RSUD Dr. Soetomo

Telp : 031 -5501070