Pakde Karwo : HUT 79 Jadi Tonggak Penyemangat Membangun

Masyarakat juga dihimbau untuk mematuhi sistem rujukan berjenjang. Hal ini dikarenakan masih banyak yang memilih berobat langsung ke rumah sakit padahal masih bisa ditangani oleh Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama.

“Kalau hanya sakit flu cukup di Puskesmas, tidak perlu ke UGD RSUD Dr Soetomo. Jangan gara-gara sudah percaya pada pelayanan rumah sakit malah mengabaikan sistem rujukan,” imbuh Pakde Karwo

Menurut Pakde Karwo, RSUD Dr. Soetomo merupakan rumah sakit berkonsep pendidikan paling baik. Hal ini ditunjang dari hubungan baik antar pihak pendidikan dan pihak rumah sakit sehingga mampu mengembangkan banyak riset.

“Riset-riset di rumah sakit ini akan semakin melengkapi Jatim sebagai rujukan pelayanan publik berskala nasional,” ungkapnya.

Pakde Karwo berpesan, kerja keras dan keterlibatan pihak rumah sakit dan Pemprov Jatim sangat diperlukan untuk mewujudkan RSUD Dr. Soetomo yang lebih maju. Karenanya perencanaan mobilitasabilityperformance serta konsistensi pada time line harus dilakukan.

“Bertepatan dengan HUT RSUD Dr. Soetomo ke 79 ini saya harapkan bisa menjadi tonggak penyemangat untuk terus membangun, melayani dengan hati, dan membesarkan rumah sakit yang kita cintai ini,” pungkasnya.

Sementara itu dr. Harsono selaku Direktur RSUD Dr. Soetomo dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini telah dilaksanakan sejak Oktober lalu. Kegiatannya antara lain Gebyar Mutu, Donor Darah, Customer Gathering, Kampanye Soetomo Senyum Soetomo Ramah, Soetomo Hospital  & Research Expo, serta jalan sehat.

Senada dengan pernyataan Pakde Karwo sebelumnya, dr. Harsono juga menambahkan bahwa sistem rujukan berjenjang sangat efektif untuk mengurangi penumpukan pasien di rumah sakit.

“Dalam sehari pasien di RSUD Dr. Soetomo mencapai 2.500 orang. Bisa dibayangkan bagaimana melayani pasien sebanyak itu, padahal kemampuan kami masih terbatas karena dalam proses renovasi,” tandasnya.

Dalam acara tersebut Pakde Karwo juga melakukan peresmian gedung Kidney Center, Instalasi Rawat Jalan (IRJ), Gedung Paliatif & Pusat Nyeri, serta Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT). Untuk semakin memeriahkan acara HUT RSUD dr. Soetomo ke 79 Pakde Karwo & Bude Karwo ikut menambahkan doorprize berupa sepeda motor kepada peserta jalan sehat.

Pelantikan di Lingkungan RSUD Dr. Soetomo Tahun 2017

Selanjutnya dilakukan serah terima jabatan dari pejabat lama yang telah purna tugas ke pejabat yang baru yaitu Agung Prasmono, dr., Sp.B(K)TKV kepada Sahudi, dr., Sp.B(K)KL sebagai ketua SMF ilmu bedah serta Dr. Hening Laswati, dr., Sp.KFR(K) kepada Reni Hendrarati Kusharyaningsih dr., Sp.KFR(K) sebagai ketua SMF Rehabilitasi Medik.

Selain pelantikan para pejabat struktural, dilantik pula 13 dokter pendidik klinis dari jenjang madya ke jenjang utama dan 64 perawat klinik dari jenjang PK3 ke jenjang PK4. Di acara yang bertempat di GDC Lt. 7 tersebut dokumen pelantikan ditandatangani secara langsung oleh Direktur RSUD Dr. Soetomo, dr. Harsono.

“Acara pelantikan dan pengambilan sumpah ini bukan hanya sekedar untuk seremonial saja melainkan telah menjadi peraturan perundangan yang wajib untuk dilaksanakan” ujar dr. Harsono saat memberikan sambutan. Beliau juga berharap dengan acara pelantikan ini mampu memperjelas & menata kualitas SDM di RSUD Dr. Soetomo.

Operasi Parkinson (Deep Brain Stimulation) Pertama

Senin, 29 Januari 2018, RSUD Dr. Soetomo menggelar operasi Deep Brain Stimulation (DBS) pada pasien Parkinson. Operasi ini merupakan yang pertama kali dilakukan di rumah sakit pemerintah.

“Ini merupakan operasi Deep Brain Stimulation pertama kali dilakukan di rumah sakit pemerintah di Indonesia” ungkap dr. Agus Turchan, Sp.BS (K) selaku Kepala Departemen Bedah Saraf RSUD dr. Soetomo.

Parkinson adalah penyakit yang terjadi akibat degenerasi sel saraf pada otak tengah yang berfungsi mengatur pergerakan tubuh. Sebab itu pasien Parkinson mengalami tremor atau gemetaran yang tidak terkontrol. Hingga saat ini tercatat lebih dari sepuluh juta orang di dunia menderita parkinson.

Penanganan Parkinson menuntut para dokter dan rumah sakit untuk mengembangkan pelayanan kesehatan yang canggih dan kompeten mulai dari proses diagnostik hingga terapi. Tak terkecuali di RSUD Dr. Soetomo.

Selain dapat melakukan operasi Deep Brain Stimulation, kini RSUD Dr. Soetomo juga telah dilengkapi dengan Magnetic Resonance Imaging 3 Tesla (MRI 3T).

MRI 3T sangat membantu dalam pemeriksaan diagnostik pada pasien parkinson dan kasus saraf lainnya. Alat tersebut menghasilkan gambaran yang akurat untuk memeriksa dan mendeteksi kelainan di dalam tubuh dengan menggunakan medan magnet dan gelombang radio frekuensi.

“Dengan MRI 3T, kami bisa lebih akurat dalam pemeriksaan kasus-kasus saraf,” papar Dr. Sri Andreani Utomo, dr., Sp.Rad(K).

Operasi Deep Brain Stimulation yang digelar kemarin dilakukan oleh tim dokter dari Integrated Neurological Disease Unit RSUD dr. Soetomo. Tim yang terdiri dari departemen Neurologi, Bedah Saraf, Radiologi, Anestiologi, Psikiatri dan Rehabilitasi Medik ini dikhususkan dalam menangani dan mengobati pasien dengan penyakit syaraf.

Direktur RSUD dr. Soetomo, dr. Harsono, dalam kesempatan tersebut sangat mengapresiasi usaha tim Integrated Neorological Disease Unit dalam memberikan pelayanan medis kepada masyarakat.

“Nantinya kami juga akan memberikan masukan untuk melakukan revisi penyesuaian terhadap pembiayaan BPJS sehingga pelayanan ini mampu mencakup seluruh kalangan masyarakat,” jelas dr. Harsono dalam acara konferensi pers kemarin.