PELATIHAN KARDIOLOGI INTERVENSI TINGKAT MENENGAH

Written by admin on . Posted in Diklat Tenaga Dokter & Dokter Spesialis

SMF : JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH

 

Angiografi koroner saat ini adalah komponen utama dari katheterisasi jantung. Tujuannya adalah mengevaluasi seluruh cabang koroner, baik pembuluh darah alami maupun  post CABG. Detail dari anatomi koroner yang diinginkan adalah distribusi dari arteri, kelainan anatomi dab fungsional arteri (aterosklerosis, trombosis, anomaly congenital, spasme koroner fokal) dan ada tidaknya kolateral. Dengan semakin meningkatnya kasus penyakit jantung dan meningkatnya pelayanan tindakan invasive pada penderita penyakit jantung baik bertujuan diagnostik maupun terapetik, maka hands on course perlu diadakan untuk mereview dan meningkatkan ketrampilan dari  dokter spesialis jantung untuk melakukan prosedur invasive diagnostik pada penderita penyakit jantung, seperti penyakit jantung koroner, penyakit katub jantung, aritmia serta penyakit jantung bawaan sesuai dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini .

 

A. TUJUAN PELATIHAN

a. Tujuan Umum Pelatihan :

Setelah mengikuti pelatihan kardiologi intervensi tingkat menengah, seorang cardiologist akan menjadi Associate Fellow PIKI

b. Tujuan Khusus :

1. Peserta pelatihan mempunyai pengetahuan kognitif dan kemampuan teknis dalam bidang diagnostik invasive.

2. Menguasai teori dan melakukan praktek kardiologi doagnostic invasive sebagai operator sesuai dengan kompetensinya.

3. Merencanakan manajemen pasien pre, peri dan post prosedur misalnya, obat-obatan, pemilihan akses pembuluh darah, kontrol hemostasis dan pencegahan komplikasi perdarahan, reaksi alergi dan insufisiensi renal.

4. Menentukan strategi diagnostic invasive secara optimal termasuk pemilihan diagnostic catheter, guide wire dan  rencana cadangan apabila ada kesulitan selama prosedur.

 

B. GARIS BESAR MATERI

Selama pelatihan peserta pelatihan kardiologi intervensi tingkat menengah diharapkan :

1. Menguasai Ilmu :

a. Cardiovascular anatomy and physiology

b. Patophysiology

c. Pharmacology (contras agent)

d. Radiology imaging and use of radiation

e. Patient selection, indication and limitations

f. Diagnostic device design and performance

g. Clinical management and strategy, pre- and post- procedure

2. Hands onpada prosedure diagnostic invasive dengan jumlah kasus minimal tertentu (120 kasus prosedure diagnostic invasive termasuk 20 kasus penyadapan jantung)

3. Memiliki log book yang ditanda tangani oleh supervisor/tutor

4. Melakukan kegiatan harian berupa :

a. Melakukan follow up pasien di bangsal, melakukan informed consent serta meneliti persiapan pasien sesuai check list yang telah ditentutan

b. Melakukan tindakan diagnostic invasive tersupervisi di ruang kateterisasi  sesuai dengan tingkatannya. Berdiskusi dengan supervisor, yang juga berperan sebagai tutor saat pengerjaan.

c. Terlibat dalam manajemen post prosedural, monitoring ketat pada pasien tertentu, mengawasi komplikasi tempat puncture, komplikasi jantung dan ginjal.

d. Mengikuti secara aktif dalam konferensi bedah maupun konferensi internal laboratorium catheterisasi

e. Presentasi (journal dan kasus) dengan jadwal yang telah ditentukan

5. Target kemampuan teknis selama 3 bulan pelatihan adalah :

a.   Bulan  pertama pelatihan :

-     Mampu mempersiapkan pasien untuk tindakan invasive diagnostic, melakukan akses vascular, melakukan diagnostic invasif pada koroner tanpa anomaly, melakukan diagnostik invasif pada penderita dengan risiko rendah serta mampu melakukan penyadapan jantung kanan-kiri dibawah supervisi.

b.   Bulan kedua pelatihan

-     Mampu mempersiapkan pasien untuk tindakan invasive diagnostic, melakukan akses vascular, melakukan diagnostic invasif pada koroner tanpa anomaly, melakukan diagnostik invasif pada penderita dengan risiko rendah serta mampu melakukan penyadapan jantung kanan-kiri secara mandiri.

-     Mampu melakukan tindakan diagnostic invasif pada kasus dengan risiko tinggi, melakukan ventrikulografi serta angiografi selektif dan penyadapan pada kelainan jantung bawaan sederhana dibawah supervisi.

c.   Bulan ketiga pelatihan

-     Mampu melakukan tindakan diagnostic invasif pada kasus risiko tinggi, melakukan ventrikulografi serta angiografi selektif dan penyadapan pada kelainan jantung bawaan sederhana dan memasang TPM secara mandiri.

 

SYLLABUS (Specific Programmed Content)

1.  Basic Science:

-    Anatomy and Physiology: cardiac, vascular and coronary artery anatomy, including anatomical variants and frequent congenital abnormalities ; basic circulatory physiology, myocardial blood flow regulation, myocardial physiology and metabolism.

-   Vascular biology: including the processes of vasoreactivity, plague formation, vascular injury and healing, restenosis, SVG atherosclerosis and allograph vasculopathy.

-    Function of progenitor cells and their possible role in angiogenesis and myogenesis.

-    Haemathology: including platelet function and aggregation, cloting cascade , and fybrinolisis.

-    Coronary anatomi and physiology, including

-    Classification of coronary segments and lesion characteristics

-    Assessments of lesion severity, and

-    Assessment of collateral circulation.

-    Haemodynamic assessment

2. Pharmacology

a.    Biology effects and appropriate use of vasoactive drugs, antiplatelet agents, antiarrythmics, inotropic agents, and sedatives, agents used in vasoreactive test

b.    Biology effects and appropriate use of angiography contrast agents, including prevention of renal dysfunction and allergic reaction.

3. Imaging

a.    Radiation physics, radiation risks injury and radiation safety, including glossary off radiological terms, methods of control radiation exposure for patients, physicians, and technicians.

b.   Specific imaging techniques in diagnostic invasive,

4.  Procedural techniques

a.    Vascular access including principles of femoral, radial, brachial   procedures,

b.   Appropriate catheter selectionto achieve optimal opacification and

support

c.    Selection of optimal projections of lesion visualisation.

5.   Identification of complications of diagnostic procedure. Mechanical complications, such as coronary dissection, spasm, perforation, cardiogenic shock, left main trunk dissection, cardiac tamponade,

6.  Miscellaneous

a. Peripheral angiography

Ethical issues and risks associated with diagnostic techniques

 

C. INSTRUKTUR

- Koordinator  Pelatihan         : Dr. Yudi Her Oktaviono, SpJP

Telp. (031) 5501701 / 5501702

- Nara Sumber                        :  Pelatihan dikerjakan oleh Tutor/Supervisor yang

Di tentukan oleh PIKI berdasarkan pendidikan

Yang pernah diikuti dan pengalaman kerja

 

D. MODEL PELATIHAN

TERSTRUKTUR ( Presentasi Ilmiah, Praktek )

 

E. SYARAT PESERTA

- Pendidikan               : Cardiologist yang sudah mengikuti Pelatihan Kardiologi Intervensi Tingkat Dasar dan telah mendaftarkan diri ke Diklat RS tempat pelatihan dengan membawa rekomendasi dari PIKI

 

F. LAMA PELATIHAN

- 3 Bulan ( Hari Aktif Kerja )

- Jadwal Tentatif                  

Pertemuan dilakukan :

Hari                  : Senin - Jumat

Tempat            : IDIK RSU Dr. Soetomo

Waktu             : 07.00 – 15.30

 

G. FASILITAS

- modul pelatihan

- sertifikat

- makan & snack

 

H. BIAYA PELATIHAN 

Biaya pelatihan per peserta KLIK DISINI

Bonus William Hill
Bonus Ladbrokes

Powered by Era Unisoft Baskara | Business Development through IT Development

Premium Templates