Bersama Deklarasikan Penanganan Nyeri

Written by admin on . Posted in Rubrik

01Nyeri merupakan permasalahan yang laten, 93% pasien yang datang menangani nyerinya sendiri dan baru datang ke fasilitas kesehatan bila nyeri memberat. Besarnya masalah nyeri ini didukung data penelitian bahwa 91,2% pasien datang ke Rumah Sakit dengan keluhan nyeri, dan sebanyak 62,1% pasien di Rumah sakit masih memerlukan pertolongan nyeri walaupun sudah diberikan pertolongan nyeri. Dengan latar belakang tersebut kami mencetuskan untuk mengadakan Bakti sosial yang berfokus pada penanganan nyeri. Tentunya kegiatan yang berfokus nyeri ini dilakukan sebagai bentuk pengamalan Tri Dharma Perguruan Tinggi oleh Departemen Anestesiologi dan Reanimasi FK UNAIR. Selain itu kami ingin mengenalkan klinik Pusat Pengelolaan Nyeri RSUD Dr. Soetomo pada masyarakat serta penyuluhan manajemen nyeri pada tenaga medis. Melihat tingginya angka keluhan nyeri, sejak tahun 2014 kami mulai mendirikan Klinik nyeri di RSUD Dr. Soetomo. Di Klinik ini kami melakukan tindakan penanganan nyeri terutama pada nyeri yang membandel. Banyak pasien yang terbantu setelah nyeri ditangani, kualitas hidup pasien pun semakin meningkat. Hal ini sejalan dengan slogan kami “HIDUP BERKUALITAS, BEBAS NYERI”.

Pada bakti sosial yang diselenggarakan pada Sabtu 29 Juli 2017 di RS Paru Karang Tembok ini, kami mendaftar ada 2.041 pasien yang mengalami nyeri di seluruh Kota Surabaya. Data tersebut kami peroleh dari kerjasama dengan jejaring Puskesmas seluruh Kota Surabaya. Kami melakukan skrining dan mendata terdapat 200 pasien nyeri yang kami tangani mulai dari tindakan sederhana dengan pemberian obat nyeri sampai tindakan intervesi dalam kegiatan yang berlangsung kali ini. Bakti sosial ini adalah kali kedua oleh Departemen Anestesiologi dan Reanimasi FK Universitas Airlangga - RSUD Dr. Soetomo setelah sebelumnya mengadakan di Sumenep Madura pada tahun lalu. Kegiatan ini adalah bagian dari kegiatan ilmiah Nasional, yaitu ISAPM (IIndonesian Society of Anesthesiology of Pain Management). Kegiatan yang berisi Symposium dan Workshop dan diadakan selama 4 hari (2-5 agustus 2017). Kegiatan tersebut kami mencoba meningkatkan pengetahuan dan skill para tenaga medis agar dapat meningkatkan penanganan nyeri di berbagai daerah di Indonesia. 03

Dalam kesempatan kali ini, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Dr. Kohar Hari Santoso, dr., Sp.An., menandatangani Deklarasi Pembentukan Tim Pengelolaan Nyeri Surabaya bersama dengan Dinas Kesehatan Kota Surabaya, RS Paru Karang Tembok, RSUD Dr. Soetomo, dan FK Unair. Deklarasi ini merupakan upaya peningkatan pelayanan nyeri pada masyarakat luas dengan melibatkan perwakilan tenaga medis dan tiap Fasilitas Kesehatan di Surabaya untuk menjaring pasien nyeri yang selama ini masih terlihat seperti fenomena gunung es yang tampaknya hanya sedikit namun pada kenyataannya sangat banyak di masyarakat.

Selanjutnya Tim Pengelolaan Nyeri Surabaya ini akan senantiasa berkoordinasi secara aktif dengan pembinaan berkelanjutan di Pusat Pengelolaan Nyeri RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

Acara Bakti Sosial ini terselenggara atas kerjasama Departemen Anestesiologi dan Reanimasi FK Universitas Airlangga RSUD Dr. Soetomo dan RS Paru Karang Tembok Surabaya dengan

  • Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur
  • Pemerintah Kota Surabaya
  • Dinas Kesehatan Kota Surabaya
  • Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intersif (PERDATIN) Jatim

Bonus William Hill
Bonus Ladbrokes

Powered by Era Unisoft Baskara | Business Development through IT Development

Premium Templates