PENATALAKSANAAN PENGOBATAN ANTIRETROVIRAL (ARV) PADA PENDERITA HIV&AIDS
PDF Cetak Email

TIM : MEDIK  AIDS


Pelatihan ini dirancang untuk memenuhi harapan para tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan pengobatan ARV kepada ODHA, yang akan membahas tentang penatalaksanaan penderita HIV&AIDS, persyaratan dalam pemberian ARV, indikasi, efek samping, cara penggantian rejimen ART, pemberian ARV pada kelompok tertentu (ko-infeksi TB, ibu hamil, penderita bayi & anak, profilaksis pasca pajanan), pengelolaan obat ARV, konseling obat dan MONEV (monitoring dan evaluasi).

 

 

A. Tujuan Pelatihan

a. Umum :

Pada akhir pelatihan peserta diharapkan akan memperoleh pengetahuan, pemahaman, dan ketrampilan tentang penatalaksanaan pengobatan antiretroviral (ARV) pada penderita ODHA secara tepat dan benar.

 

b. Khusus :

Untuk mencapai tujuan di atas, pada akhir pelatihan peserta akan dapat :

  1. - Memahami prinsip dasar penatalaksanaan penderita HIV&AIDS
  2. - Memahami panduan persyaratan dalam pemberian terapi ARV
  3. - Memahami panduan indikasi dalam pemberian terapi ARV
  4. - Memahami panduan penanganan efek samping dan toksisitas ARV
  5. - Memahami panduan tata cara penggantian rejimen ARV akibat gagal terapi atau toksisitas
  6. - Memahami panduan tata cara pemberian terapi ARV pada penderita ko-infeksi TB      dan HIV
  7. - Memahami pengelolaan bayi baru lahir dari ibu dengan HIV (BIHA)
  8. - Memahami panduan tata laksana pengobatan HIV&AIDS pada anak
  9. - Memahami panduan pemberian ARV profilaksis pasca pajanan
  10. - Memahami dan mampu  menerapkan pengelolaan obat ARV sehingga proses perencanaan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, pencatatan, dan pelaporan dapat berjalan dengan baik.
  11. - Memahami panduan konseling obat ARV sehingga proses pemberian informasi dan pemahaman yang benar mengenai obat ARV.
  12. - Memahami dan mampu melakukan cara monitoring dan evaluasi perawatan HIV&AIDS dan terapi ARV

 

  1. A. Materi Pelatihan

Materi pelatihan meliputi teori dan praktek :

  1. - Prinsip dasar penatalaksanaan penderita HIV&AIDS
  2. - Panduan persyaratan dalam pemberian terapi ARV
  3. - Panduan indikasi dalam pemberian terapi ARV
  4. - Panduan penanganan efek samping dan toksisitas ARV
  5. - Panduan tata cara penggantian rejimen ARV akibat gagal terapi atau toksisitas
  6. - Panduan tata cara pemberian terapi ARV pada penderita ko-infeksi TB dan HIV
  7. - Penatalaksanaan bayi baru lahir dari ibu dengan HIV (BIHA)
  8. - Penatalaksanaan pengobatan HIV&AIDS pada anak
  9. - Penduan pemberian ARV profilaksis pasca pajanan
  10. - Pengelolaan obat ARV mulai proses perencanaan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, pencatatan, dan pelaporan
  11. - Panduan konseling obat ARV
  12. - Monitoring dan evaluasi perawatan HIV&AIDS dan terapi ARV
  13. - Diskusi kasus
  14. - Praktek perencanaan, pencatatan dan pelaporan penggunaan ARV
  15. - Praktek MONEV perawatan HIV&AIDS

 

  1. B. Metode Pelatihan :

Selama pelatihan berlangsung semua penyajian materi disampaikan secara interaktif berupa ceramah interaktif, curah pendapat, diskusi kelompok, diskusi kasus dan praktek kelas

 

  1. C. Narasumber / Fasilitator :

Para narasumber / fasilitator adalah para professional kesehatan yang sehari-hari menekuni dan melakukan aktifitas pelayanan perawatan dan pengobatan HIV & AIDS di rumah sakit yang tergabung dalam Tim Medik AIDS RSUD Dr. Soetomo- FK UNAIR Surabaya.

 

  1. D. Peserta :
  • - Peserta yang diharapkan mengikuti pelatihan ini adalah para klinisi / praktisi (dokter spesialis terkait), dokter umum, dokter gigi, perawat, bidan, apoteker, mahasiswa kedokteran dan petugas medis lain yang nantinya akan terlibat dalam tim penanganan HIV&AIDS di unit pelayanan kesehatan.
  • - Jumlah peserta setiap angkatan: 25 – 30 orang

     

    1. E. Pelaksanaan Pelatihan
    2. - Lama pelatihan 3 hari ( 2 hari penyampaian materi dan 1 hari untuk praktek )
    3. - Waktu pelaksanaan 2-3 x per-tahun

     

    F. Fasilitas Peserta :

    • - Training Kit
    • - Materi pelatihan (makalah dan CD)
    • - Sertifikat (bagi peserta yang mengikuti pelatihan secara penuh)
    • - Konsumsi selama pelatihan
    1. G. Biaya Pelatihan
    • Beaya pelatihan per peserta KLIK DISINI 
    • Bila dilaksanakan in house training, maka biaya transportasi dan akomodasi Tim Fasilitator akan ditanggung oleh panitia penyelengara

     

    1. G. Contact person:

    Bila memerlukan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi :

    • Diklat RSUD Dr. Soetomo , Telp : 031 -5501070
      • Tim Medik AIDS RSUD Dr. Soetomo :
      • - dr.Erwin,SpPD :Hp. 08123259941
      • - Nia : Hp.081 331807447
    Pemutakhiran Terakhir ( Rabu, 05 Juni 2013 03:46 )
     

    Your are currently browsing this site with Internet Explorer 6 (IE6).

    Your current web browser must be updated to version 7 of Internet Explorer (IE7) to take advantage of all of template's capabilities.

    Why should I upgrade to Internet Explorer 7? Microsoft has redesigned Internet Explorer from the ground up, with better security, new capabilities, and a whole new interface. Many changes resulted from the feedback of millions of users who tested prerelease versions of the new browser. The most compelling reason to upgrade is the improved security. The Internet of today is not the Internet of five years ago. There are dangers that simply didn't exist back in 2001, when Internet Explorer 6 was released to the world. Internet Explorer 7 makes surfing the web fundamentally safer by offering greater protection against viruses, spyware, and other online risks.

    Get free downloads for Internet Explorer 7, including recommended updates as they become available. To download Internet Explorer 7 in the language of your choice, please visit the Internet Explorer 7 worldwide page.

    diyarbakir escort izmir escort ankara escort r57 shell