Cidera Olah Raga

Written by admin on . Posted in Artikel Kesehatan

sports-injurySetiap orang pasti pernah mengalami yang namanya cidera, baik itu cidera akibat olah raga ataupun lainnya. Sebab kita tidak dapat menghindari cidera namun kita dapat mencegahnya.

Menurut Bayu Santoso, dr, SpRM (K) bagian tubuh yang sering mengalami cidera adalah bagian yang paling banyak bergerak melakukan aktifitas sehari-hari. Seperti sendi-sendi di daerah kepala-leher, tulang belakang, lengan-tangan,tungkai-kaki, serta jaringan saraf pusat (otak dan spinal cord) dan saraf tepi.

Cidera olah raga dapat dicegah dengan melakukan pemanasan sebelum berolah raga agar tubuh siap untuk menerima beban latihan yang berat. Setelah itu lakukan stretching (peregangan). Stretching dilakukan sebelum dan setelah latihan utama tujuannya untuk mencapai fleksibilitas sendi yang maksimum.

Latihan fisik yang dilakukan saat berolah raga juga harus benar. Kemudian jangan lupa untuk melakukan recovery yang cukup. Recovery dapat berupa pendinginan.

Asupan gizi bagi orang biasa dan atlet berbeda sehingga harus diatur dengan baik. Hal ini untuk mencegah cidera olah raga. Selain penataan gizi, pola konsumsi makanan juga harus diperhatikan. Misalnya dengan tidak mengkonsumsi makanan terlalu banyak saat akan berolah raga dan tidak minum es atau makan langsung seusai olah raga.

Ketika mengalami cidera olah raga kita harus menanganinya dengan hati-hati. Saat ini banyak orang yang ketika mengalami cidera justru memijat bagian yang cidera. Padahal hal tersebut tidak boleh dilakukan. ”Cidera tidak boleh diurut (dipijat) tapi harus dikompres dengan es. Sebab cidera olah raga itu reaksi radang dan merupakan proses enzimatik. Kalau enzim dipanasi maka akan semakin merusak jaringan” terang Bayu Santoso, dr, SpRM (K).

Seperti yang diungkapkan oleh Prof. Dr.Achmad Syarwani, dr, SpOT (K) mengenai semboyan dalam penanganan cidera olah raga ”Do RICE No HARM”. Saat mendapat cidera kita harus melakukan RICE yaitu

R = Rest (istirahat). Ketika mengalami cidera sebaiknya banyak beristirahat untuk mempercepat pemulihan. 

I = Icing (pengompresan dengan es). Lakukan pengompresan dengan es pada bagian yang cidera untuk mengurangi pendarahan dan rasa sakit.

C = Compression (pembalutan perban). Balut bagian yang cidera dengan perban yang lebar, kuat, dan elastik hingga menutupi seluruh bagian cidera. 

E = Elevation (peninggian). Sanggah bagian tubuh yang cidera sehingga letaknya lebih tinggi agar mengurangi pendarahan dan pembengkakan. Contohnya, kaki yang cidera diletakkan lurus di atas kasur dan disanggah menggunakan bantal sehingga agak tinggi. 

Sedangkan hal yang harus dihindari saat cidera adalah HARM yaitu

H = Heating (pemanasan). Hindari memanasi bagian tubuh yang cidera, seperti memberi obat gosok atau mandi air hangat, karena dapat meningkatkan pendarahan. 

A = Alkohol. Alkohol dapat meningkatkan pendarahan, pembengkakan, dan memperlambat penyembuhan cidera.

R = Running (berlari). Berlari atau aktifitas latihan fisik lain yang melibatkan bagian tubuh yang cidera dapat memperparah cidera.

M = Massage (memijat). Memijat bagian tubuh yang cidera hanya akan mengakibatkan pendarahan, pembengkakan, dan memperparah cidera. 

Jadi, ketika mengalami cidera kita tidak perlu bingung lagi. Cukup mengingat semboyan ”Do RICE No HARM”. (kyn) 

Bonus William Hill
Bonus Ladbrokes
Вибрационный Пояс Для Похудения Отзывы | Где Купить Пояс Для Похудения Живота Рецепты | Пояс Для Похудения Астана | Пояс Для Похудения Живота Боди Белт Цена | Пояс Для Похудения Хабаровск | Пояс Для Похудения Купить В Курске | Пояс Для Похудения Живота Цена Отзывы Уколы | Пояс Для Похудения Новосибирск | Пояс Для Похудения Аб Троник Х2 Отзывы |

Powered by Era Unisoft Baskara | Business Development through IT Development

Premium Templates