INSTALASI : RADIOTERAPI

Radioterapi adalah metode pengobatan penyakit kanker yang menggunakan sinar pengion. Pengobatan ini bertujuan mengeradikasi tumor dengan memberikan dosis yang maksimal pada volume target tanpa menyebabkan kerusakan yang berarti pada jaringan normal sekitarnya. Dengan demikian diharapkan dapat diperoleh kontrol lokal, memperpanjang harapan hidup dan mempertahankan kualitas hidup.

Keberhasilan terapi radiasi memerlukan penanganan secara multidisiplin, dan bidang radioterapi sangat komplek. Hasil yang optimal dapat diperoleh hanya dengan kerjasama tim yang handal yaitu dokter onkologi radiasi, ahli fisika, dosimetris, dan radiographer radioterapi serta perawat.

Salah satu tugas radiographer radioterapi adalah melaksanakan tindakan radiasi sesuai dengan instruksi tertulis dokter konsultan onkologi radiasi termasuk juga untuk pengaturan alat dan posisi pasien.

Mengingat tugas radiographer radioterapi setiap hari berhubungan dengan klinis pasien dan peralatan terapi maka tenaga radiographer harus dapat mengenali aspek klinis, efek samping dari pengobatan dengan sinar pengion, serta deviasi/malfungsi yang terjadi pada peralatan terapi dan diharuskan mengerti batas-batas keamanan operasional dari alat.

Dengan diselenggarakannya program pelatihan radiographer radioterapi dapat berjalan lancar, tentunya sangat dibutuhkan dedikasi yang tinggi bagi para peserta yang ikut terlibat dalam proses pelaksanaan pembelajaran/edukasi khususnya pada lingkup radioterapi.

A.TUJUAN

1. Tujuan Umum

-Memberikan tambahan pengetahuan/wawasan tentang bidang radioterapi

-Memahami tugas, peranan, serta tanggungjawab sebagai tenaga radiographer radioterapi

2. Tujuan Khusus

-Mengetahui aspek klinis, efek samping pengobatan, deviasi maupun malfungsi dari peralatan radiasi serta aspek keselamatan pasien, petugas dan masyarakat sekitar.

-Mampu melakukan/mengerjakan terapi radiasi tepat sesuai instruksi dokter konsultan onkologi radiasi

-Mampu dan menguasai kalibrasi peralatan radiasi dengan tim fisika medik radioterapi

-Mengetahui tentang Proteksi Radiasi

B. METODE PELATIHAN

a. Pre Test

b. Perkuliahan

c. Praktek lapangan

d. Diskusi kasus (Tim)

e. Post Test

C. GARIS BESAR MATERI

Pemberian materi pelatihan berdasarkan“A Syllabus for The Education And Training of RTT’s/ Radiation Therapist. IAEA, Vienna, 2005”.

LEVEL I PLUS ( ditambah CT Scan, Linear Accelerator: Foton dan Electron )

1.Dasar-dasar Onkologi Radiasi

2.Dasar-dasar Radiobiologi

3.Dasar-dasar Fisika (aspek terapan klinis)

(Structure of matter, Atomic Structure, Radioactivity, Interaction of Radiation and Matter, Nature and Production of Ionizing Radiation, Measurement and Units, Beam Characteristic, Basic Mathematic Related to Radiotherapy)

4.Pengetahuan Pesawat Radioterapi

(Simulator, CT Scanner, Treatment Unit: Superficial, Orthovoltage, Cobalt, Linac (foton), Linac (foton and Electron), Optical System, Couches, Laser system, Brachyterapy).

5.Perencanaan Terapi Radiasi dan Prosedur Immobilisasi

6.Aplikasi Klinis Onkologi Radiasi

7.Perawatan Pada Pasien Kanker

(Privasi pasien, nutrisi, perawatan kulit,ethical and cultural issues)

8.Proteksi Radiasi

9.Tugas dan Tanggung jawab Radiografer Radioterapi

10.Pengetahuan Kalibrasi Pesawat Radiasi

D. INSTRUKTUR

1.Dokter Konsultan Onkologi Radiasi

2.Fisikawan Medik

3.Radiografer Radioterapi

4.Perawat Onkologi Radiasi

E. PESERTA

Tenaga Radiografer dengan latar belakang pendidikan radiodiagnostik

F. TEMPAT DAN LAMA PELATIHAN 

Instalasi Radioterapi Gedung Pusat Diagnostik Terpadu RSUD Dr. Soetomo Surabaya, dengan waktu pelatihan selama 3 (tiga) bulan.

G.BIAYA PELATIHAN

Biaya pelatihan per peserta KLIK DISINI