INST. : PENYAKIT SYARAF

Electroencephalography adalah suatu tindakan medis berupa penempelan electrode pada permukaan kulit kepala untuk menangkap aktifitas listrik di otak. EEG berguna untuk menyokong diagnosa epilepsi, maupun non epilepsi seperti gangguan tidur, ensefalopati metabolik maupun neurologist, gangguan pertumbuhan dan perkembangan, coma, danbrain death. EEG iktal sangat diperlukan untuk menentukanepileptogenic zonebagi penderita yang memerlukan operasi epilepsi.

EEG dapat membantu para klinisi apabila dilakukan dengan baik dan benar, oleh karena kalau tidak dilakukan dengan baik dan benar justru akan menjerumuskan para klinisi dalam upaya menegakkan diagnosa yang tepat. EEG disebut baik apabila perekaman dilakukan dengan baik dan benar dan diinterpretasi dengan tepat dan benar.Bad EEG is worse than no EEG at all. Untuk itu sangatlah penting untuk menguasai teknik perekaman EEG yang baik dan benar dan interpretasi yang tepat dan benar agar diagnosa EEG dapat membantu para klinisi dalam mendiagnosa dengan tepat penyakit penderita.

A. TUJUAN PELATIHAN

a. Tujuan Umum

Memberikan pengetahuan dalam interpretasi EEG dan melatih ketrampilan dalam melakukan perekaman EEG dengan baik dan benar, sesuai standard minimal yang ditentukan olehThe American EEG Guideline of EEG yang diterima secara internasional.

b. Tujuan Khusus

1. Peserta dapat melakukan perekaman EEG mulai dari persiapan perekaman, anamnesa, penempatan elektroda dengan system Internasional 10-20, menjalankan mesin EEG, merekam EEG dengan teknik yang benar, sampai dengan penutupan perekaman.

2. Peserta dapat merawat mesin EEG beserta asesorisnya.

3. Peserta dapat mengetahui artefak EEG dan menghilangkannya, sehingga dapat menghasilkan rekaman EEG yang baik dan bebas dari artefak.

4. Peserta dapat mengidentifikasi variasi normal gelombang EEG sehingga tidak terjadiover diagnosed.

5. Peserta mengerti apa yang harus dilakukan apabila terjadi kejang maupun hal-hal lain selama perekaman.

6. Peserta mengerti tentang teknik perekaman pada keadaan-keadaan khusus seperti kejang, gangguan pertumbuhan dan perkembangan, coma danbrain death.

7. Peserta mengetahui tentang pola EEG normal, baik dalam keadaan sadar maupun tidur.

8. Peserta mengetahui tentang pola EEG abnormal sepertislow wave, epileptiform pattern, special pattern dan special pattern used only in patient stupor or coma.

9. Peserta dapat melokalisasi gelombang EEG abnormal dengan menggunakan mesin pembaca EEG digital.

B. GARIS BESAR MATERI

1. Persiapan penderita, mulai dari penyuluhan, anamnesa dan menidurkan penderita bayi dan anak-anak.

2. Persiapan mesin perekam dan mesin pembaca EEG

3. Perawatan mesin EEG beserta asesorisnya.

4. Penempatan elektroda permukaan dengan sistem internasional 10-20

5. Merekam EEG , termasuk menjalankan mesin EEG dan teknik merekam dengan baik dan benar.

6. Identifikasi artefak dan menghilangkannya.

7. Identifikasi pola EEG normal sadar dan tidur

8. Identifikasi variasi normal gelombang EEG

9. Identifikasi pola EEG abnormal seperti :

– Slow Activity

– Epileptiform pattern

– Special pattern

– Special pattern used only for patients in stupor or coma

10.Lokalisasi gelombang EEG abnormal denganremontage

11.Menggunakan mesin pembaca EEG digital

C. INSTRUKTUR

Dokter Spesialis Saraf konsultan Neurofisiologi Klinis yang bersertifikat ILAE(International Leage Against Epilepsy) dari RSU Dr. Soetomo Surabaya

D. METODE PELATIHAN

Diskusi dan praktek lapangan

E. PESERTA

Dokter Spesialis Saraf

F. LAMA PELATIHAN

Setiap hari kerja selama 3 bulan

G. FASILITAS PELATIHAN

– Buku ajar

– Mesin Perekam dan Pembaca EEG

– Penderita yang memerlukan tindakan EEG

H. BIAYA PELATIHAN 

Biaya pelatihan per peserta KLIK DISINI