Pada tanggal 30 Juli 2021, di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga diadakan acara  GEBRAK COVID-19 (GERAKAN AKSI BERSAMA SERENTAK TANGGULANGI COVID-19) yang merupakan Rekomendasi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Dalam acara ini dihasilkan rekomendasi yang dibagi menjadi dua, yaitu Umum dan Khusus. Rekomendasi umum diberikan kepada seluruh komponen bangsa Indonesia, sedangkan rekomendasi khusus diberikan kepada tempat dimana masalah terjadi atau tempat yang dapat menyelesaikan masalah.

Ikut memberikan sambutan pada acara tersebut Ibu Gubernur Jawa Timur Hj. Dra. Khofifah Indar Parawansa, M.Si;  Menteri Kesehatan Bapak Budi Gunadi Sadikin; Menteri Koordinator Bidang Perekonomian / Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Dr. (HC) Ir. Airlangga Hartarto, MBA, MMT serta Direktur Utama RSUD Dr. Soetomo Dr. Joni Wahyuhadi, dr., Sp.BS(K);

Dalam kesempatan ini Menteri Kesehatan Bapak Budi Gunadi menyampaikan dukungan dan harapan agar Vaksin Merah Putih UNAIR bisa segera dimanfaatkan oleh masyarakat. “Seperti yang telah kita ketahui bahwa Ibu Gubernur Jatim sangat mendukung pengembangan Vaksin Merah Putih UNAIR yang saat ini sedang menyelesaikan tahapan uji pada hewan besar (Maccaca), dan bersiap untuk memasuki Uji Klinis” jelasnya.

Ibu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sangat mengapresiasi acara ini. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan empat poin penting, yaitu:

  1. Sangat mengapresiasi acara ini karena Pemprov Jatim merasa dapat suntikan energi dan semangat luar biasa setelah menyimak Rekomendasi GEBRAK Covid-19 ini;
  2. Mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh Civitas Akademika Universitas Airlangga dalam menanggulangi Covid-19 terutama di Jawa Timur;
  3. Pemprov Jatim mendukung penelitian vaksin yg saat ini dilakukan FK UNAIR;
  4. Pemprov Jatim akan menindaklanjuti dengan menyiapkan action plan untuk segera dikoordinasikan implementasinya dengan berbagai pihak terkait.

Akhirnya berharap rekomendasi ini segera menjadi aksi nyata yang dapat mempercepat penanggulangan Covid-19.

Berdasarkan data dari Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jawa Timur Per tanggal 29 Juli 2021 pukul 16.00 WIB,

  1. Kasus kumulatif terkonfirmasi nasional sebanyak 331.206; di Jawa Timur 298.525, dengan konfirmasi meninggal nasional 90.552 (2,72%); Jawa Timur 19.621 (6,57%).
  2. Kasus aktif nasional sebanyak 554.484 (16,65%); Jawa Timur 57.126 (19,14%) nomor 4 tertinggi di Indonesia.
  3. Tingkat kesembuhan di Banten 60,86%; Yogyakarta 65,28%; Jakarta 95,13%; Jawa Barat 77,18%; Jawa Tengah 79,25%, Jawa Timur 74,29%.
  4. BOR TT isolasi RS di Jawa Timur 77%, BOR ICU 82%, BOR IGD 85% dengan peningkatan antrian di IGD.
  5. Vaksinasi dosis 1 (23,56%); dosis 2 (9,63%), tertinggi namun masih dibawah target.
  6. Masyarakat dengan isolasi mandiri banyak yang tidak terdeteksi dan termonitor.